Social Icons

Minggu, 09 Oktober 2016

Pawai Obor Meriahkan Tahun Baru Islam 1438 H


Jepara - Kegiatan pawai obor memeriahkan pergantian tahun baru Islam 1438 H tahun 2016, dilakukan ratusan pelajar dan warga desa Tegalsambi Tahunan Jepara, Sabtu. 
 Acara pawai obor tersebut terlihat keceriahan warga Tegalsambi dalam menyambut tahun baru. Ini selalu dilakukan di setiap tahunnya. Tua muda hingga anak-anak turun ke jalan untuk mengikuti acara tersebut.
 Dalam pawai itu, masing-masing lembaga maupun RT dari desa Tegalsambi menampilkan keunikan masing-masing dan suasana semakin hidup ketika shalawat bergema disepanjang perjalanan mengelilingi desa Tegalsambi.
 "Kegiatan ini rutin dilakukan namun untuk kali ini kita lakukan dengan meriah," kata Ketua panitia Afyuddin Hafiz. 
 "Kita sebagai umat Islam harusnya merayakan datangnya tahun baru Islam dan isi dengan kegiatan yang positif. Beda dengan tahun baru masehi," katanya Arif (ketua IPNU). Pada tahun baru ini, dia berharap umat Islam dimanapun berada diberikan kebahagiaan yang lebih dibandingkan dengan tahun sebelumnya, imbuhnya.

Minggu, 28 Agustus 2016

Tutup HUT RI Dengan Tari


Jepara - Serangkaian kegiatan lomba memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia digelar Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU/IPPNU) Ranting Desa Tegalsambi Tahunan.
Kegiatan ditutup kemarin malam. Selain pemberian hadiah pada pemenang lomba, acara dikemas dengan pentas kesenian tradisional berupa Tari gunungan dan tari Kipas. Kedua tari ini dipelopori komunitas teater pemuda Tegalsambi dibawah naungan IPNU IPPNU Tegalsambi.
Selain menampilkan tari tradisional, penutupan kegiatan yang dimulai pukul 19:00 ini, juga menampilkan musik akustik. Selain itu, ada pembacaan puisi dari pemenang lomba baca puisi tingkat sekolah dasar. Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Tegalsambi Agus Santoso dan perangkatnya. Hadir juga ketua RT, Badan Perwakilan Desa (BPD), dan ketua Syuriah NU ranting Tegalsambi KH. Amin Suhli.
Agus Santoso mengatakan kegiatan ini merupakan penutup setelah sejumlah kegiatan menyambut HUT RI digelar mulai Rabu (17/8) lalu. Penutupan sengaja dikemas dengan pementasan kesenian tradisional. Tujuannya untuk melestarikan budaya local. Sebelum kegiatan pentas tradisional, sejumlah kegiatan lain yakni Lomba tarik tambang, lomba bakiak, lomba makan krupuk, balap karung , tarik monyet dan baca puisi. Selain itu, juga diadakan kegiatan donor darah.

Sabtu, 27 Agustus 2016

Tradisi Perang Obor Tegalsambi Jepara


Jepara - Di Desa Tegalsambi kecamatan Tahunan kabupaten Jepara ada acara tradisi atau ritual yang saat ini masih di”uri-uri” kelestariannya yaitu perang obor .
Bagi pemerintah daerah Jepara acara tradisi itu dikemas menjadi ajang wisata yang mampu menyedot pengunjung yang cukup banyak.Namun bagi warga desa Tegal Sambi ritual ini sebagai tolak balak dan juga ajang syukuran warga desa sehabis panen padi ,agar tahun-tahun mendatang semua warga masih mendapatkan rejeki dari yang Maha Kuasa.
 Disebut Perang obor karena warga yang mengikuti ritual ini mengadakan perang ( hantam menghantam ) dengan menggunakan obor yang dibuat dari pelepah daun kelapa kering dan juga daun pisang kering. Warga yang mendapat tugas sebagai tentara yang akan berperang merupakan warga pilihan yaitu harus berani dan tidak takut akan api .
 Acara Tradisional Perang Obor tahun ini Dibuka dengan sebuah pementasan Pagelaran Seni dan Budaya berupa Tari Perang Obor dan pementasan Teater yang berkisah tentang "Asal-Usul Perang Obor Tegalsambi". Pementasan tersebut dari generasi muda Tegalsambi yang di wadahi sanggar seni Obor dibawah naungan PR. IPNU IPPNU Tegalsambi. Acara sedekah bumi ditutup dengan acara Pengajian Umum dengan pembicara KH. Mahbub Junaidi.
 

Jumat, 11 Maret 2016

Perkenalan Anggota Baru Melatih Pengembangan Diri dalam Organisasi.

Perkenalan Anggota Baru Melatih Pengembangan Diri dalam Organisasi. 
Jepara - 3 Maret 2016. Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Tegalsambi melaksanakan Ta'aruf atau perkenalan angota Baru.
Tujuan acara ini adalah melatih dan menumbuhkan mental pada anggota. Cara berkenalan yang berbeda cenderung meninggalkan kesan yang kuat tentang teman baru.
 Arif Ketua IPNU mengatakan "melalui perkenalan ini mempersiapkan Rekan/ita anggota tetap dalam Organisasi PR. IPNU IPPNU Tegalsambi. Nantinya Rekan/ita yang akan menjalankan ikatan besar. Jadi kami harus memberikan perkenalan pengembangan Organisasi dan kepemimpinan setelah pengenalan Anggota ini" Imbuh Arif.

Jumat, 04 Desember 2015

Penyuluhan KRR dan Peringatan World HIV AIDS Day 2015


Jepara, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) desa Tegalsambi menggelar Seminar dan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dalam rangka memperingati hari HIV AIDS se dunia, bekerja sama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) di Gedung Nahdlatul Ulama Desa Tegalsambi,

Selasa 01 Desember 2015. Acara yang dibuka oleh Kepala Desa Tegalsambi ini dihadiri antara lain BPPKB Jepara, Pembina IPNU IPPNU Tegalsambi, PKK, perwakilan IPNU IPPNU ranting se Kecamatan Tahunan dan remaja se desa Tegalsambi.

 Arif Rohman, Ketua IPNU desa Tegalsambi, mengatakan selama ini banyak remaja yang tidak memahami permasalahan kesehatan reproduksi. Kekurang pahaman remaja terhadap permasalahan ini bisa membawa pengaruh buruk bagi kesehatan masyarakat pada umumnya. Kesadaran ini, katanya, akan memberi pegangan dan bekal kepada para remaja putra dan putri untuk peduli pada kesehatan mereka dan tidak mudah terpengaruh untuk melakukan aktivitas budaya seks bebas dan seks pranikah.

 Senada dengan Arif, BPPKB Jepara Kiswanti mengatakan, Dengan sosialisasi seperti ini, akan tumbuh kesadaran untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan. Semua berharap agar masyarakat terutama kaum remaja menjaga kesehatan reproduksi mereka dan untuk tidak menikah di usia dini. "Menikah usia dini banyak sisi negatifnya dari pada sisi positifnya." Kata Kiswanti.

Minggu, 18 Oktober 2015

PAWAI OBOR TEMPUH 5 KM


Jepara, Dalam rangka merayakan Tahun Baru Islam 1437 H, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) desa Tegalsambi menyelenggarakan Pawai Oncor dan Shalawat mengelilingi desa Tegalsambi. 

Semarak tahun baru ini diikuti ± 700 peserta dari berbagai kalangan seperti pelajar, santri, dan seluruh lapisan masyarakat. Tak kurang 300 Doorprize disiapkan untuk acara tersebut. ”Acara ini sebagai wadah pemersatu umat dan juga sebagai pembangkit kearifan budaya Lokal” ungkap Ketua IPNU (Arif Rohman). 

 Pawai Oncor dan Shalawat diawali dengan pembacaan Do’a akhir tahun dan Awal tahun yang dipimpin Rais Syuriah Nahdlatul ulama desa Tegalsambi KH. Amin Suhli di Halaman Madrasah diniyyah Awaliyah al-Ikhlas. ”Kami Berharap anak-anak memahami makna tahun baru Hijriyah ini. Marilah kita berhijrah dengan berlomba-lomba dalam kebaikan (Fastabiqunal Khairat) dan meninggalkan kebiasaan buruk yang mungkin kita lakukan di Tahun Lalu” pesan Kyai Amin. 

 Kepala Desa H. Agus Santoso, SE. menyatakan mendukung Pawai Oncor dan Shalawat ini serta berharap kegiatan rutin yang baik ini dapat dilestarikan. ”Mudah-mudahan tahun depan amal ibadah kita lebih baik dari tahun yang lalu” ujar Agus. 

 ”Acara yang tidak hanya ceremonial tanpa makna belaka tapi acara ini mengandung filosofi yakni oncor (obor) yang menyala mempunyai makna harapan di tahun depan lebih terang / lebih baik dari tahun lalu dan sebagai sarana tolak balak di desa Tegalsambi” imbuh Arif. (Rohman)